Mataram, 13 September 2025 – Sakana Perkasa Ikari Group menggelar Rapat Evaluasi Kerja Sama dengan 21 SMK mitra se-NTB di Hotel Sapadia, Mataram. Acara ini dibuka langsung oleh Kabid SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Supriqdi, dan dihadiri oleh para kepala sekolah dari berbagai SMK, di antaranya SMKN 1 Lambu, SMKN 1 Woja, Plt. Kepsek SMKN 1 Seteluk, SMKN 1 Sekotong, dan lainnya.
Sakana Perkasa Ikari Group sendiri merupakan grup perusahaan yang berdiri sejak 2023 dengan tiga sektor utama:
PT. Yagi Perkasa Farm (peternakan)
PT. Orimono Perkasa Lancar Abadi (tekstil)
LPK KKS Lombok (pelatihan bahasa dan budaya Jepang)
Grup ini dipimpin oleh Lalu Maulana Malik Ibrahim, pengusaha muda berusia 25 tahun yang kini aktif membangun sinergi antara dunia usaha dan dunia pendidikan.
Tujuan Rapat
Acara ini diselenggarakan untuk:
Mengevaluasi sekaligus mempererat kerja sama antara SMK dan industri, tidak hanya sebatas program PKL, tetapi juga pelaksanaan TEFA (Teaching Factory), penyelarasan kurikulum, serta program kemitraan lain.
Menyampaikan dan merumuskan program ke depan, termasuk realisasi CSR senilai Rp190 juta pada tahun 2024 yang telah dialokasikan untuk beberapa SMK, seperti SMKN 1 Lambu, SMKN 1 Monta, dan SMKN 1 Lembar.
Memaparkan persiapan program baru penempatan alumni SMK ke Jepang melalui skema IM Japan dengan biaya terjangkau. Program ini akan dijalankan oleh LPK KKS Lombok di bawah kepemimpinan Baharudin.
Jalannya Acara
Beberapa sambutan disampaikan oleh:
Plt. Kadisnakertrans NTB yang diwakili Kabid Lattas
Kabid SMK Dinas Dikbud NTB
Pimpinan Sakana Perkasa Ikari Group
Adapun materi utama disampaikan oleh:
Kabid Lattas Disnakertrans NTB
Penanggung Jawab BKK Dikbud, Yayan Heryana
Ketua LPK KKS Lombok, Baharudin
Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan penyelarasan kurikulum antara SMK dan industri.
Menariknya, seluruh biaya akomodasi peserta, termasuk kamar hotel, ditanggung penuh oleh perusahaan. Hal ini menunjukkan komitmen Sakana Perkasa Ikari Group, meski masih berusia muda, untuk berperan nyata dalam pengembangan pendidikan vokasi di NTB.






